-->

Tips Kesehatan

Efek Rokok pada Organ Pencernaan


Merokok itu berbahaya, bukan hanya karena berkaitan dengan kesehatan paru dan jantung, tapi juga mengganggu organ lain di tubuh, salah satunya organ pencernaan.

Rokok merupakan salah satu penyebab produksi asam dan gas menjadi berlebihan dalam lambung. Akiabatnya mungkin Anda akan merasa mual, perut kembung dan nyeri, meski Anda tidak pernah terlambat makan.

"Pada penderita tukak lambung atau maag, segera tinggalkan kebiasaan merokok karena rokok akan membuat perut bertambah kembung dan juga terjadinya perlukaan di usus atau lambung," papar dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD, ahli pencernaan dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jakarta ini.

Rokok juga menjadi faktor risiko terbesar pada kanker pankreas. Penelitian menunjukkan perokok berpeluang terkena kanker pankreas tiga kali lebih besar daripada bukan perokok. "Mayoritas pasien saya yang terkena kanker ini juga perokok," cetus dr.Ari.

Mengapa rokok berbahaya, jawabannya mungkin sudah diketahui banyak orang. Ini karena asap rokok mengandung sekitar 4000 bahan kimia, termasuk bermacam-macam racun dalam takaran sangat kecil seperti DDT, arsenik, tar, ammoniac, dan masih banyak lagi.

"Rokok juga mengandung zat-zat karsinogenik atau pencetus kanker," tambah dokter yang menjadi ketua bidang advokasi Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam ini.
Rokok Buat Orang Jadi Bodoh

Rokok Buat Orang Jadi Bodoh

LONDON - Sejak dulu, rokok diketahui menyebabkan penyakit serangan jantung dan  kerusakan paru-paru. Hasil riset terbaru menyebutkan, kebiasaan merokok secara terus menerus akan membuat Anda bodoh.

Dalam studi yang dilakukan terhadap 20.000 remaja perokok, ditemukan bahwa mereka yang rutin merokok setiap hari mengalami penurunan tingkat kecerdasan dibandingkan mereka yang tidak merokok. Studi tersebut juga menyimpulkan, semakin sering seseorang merokok, semakin rendah IQ atau tingkat kecerdasan mereka.

Daily Mail, Senin (29/3/2010) melansir, mereka yang menghisap satu bungkus rokok atau lebih setiap hari, memiliki IQ tujuh setengah poin lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak merokok. Perokok berusia 18 hingga 21 tahun memiliki IQ rata-rata 94. Sedangkan mereka yang tidak merokok rata-rata ber-IQ 101.Studi ini juga menyebutkan, mereka yang menghisap lebih dari satu bungkus rokok per hari memiliki rata-rata IQ 90.

Dr Mark Weiser yang memimpin studi ini menyebutkan, dia dan timnya belum menemukan alasan yang jelas bahwa rokok menyebabkan penurunan tingkat kecerdasan. "Memang masih diperlukan studi lebih lanjut untuk benar-benar membuktikan keabsahannya," kata Weiser.

"Namun disini sangat jelas bahwa orang-orang ber-IQ rendah rata-rata memilih untuk merokok. Ini bukan saja terkait dengan status sosial ekonomi, tetapi bisa juga karena tingkat pendidikan mereka mempengaruhi keputusan mereka untuk merokok," terangnya.

Dia juga menduga, hasil kesimpulan ini mengonfirmasikan penelitian sebelumnya, bahwa mereka yang memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah cenderung membuat keputusan yang tidak 'pintar' terkait dengan kesehatan mereka. (okezone)
Back To Top